Foto: pelaku bisnis luar negeri tengok potensi serat daun nanas di Kecamatan Ngancar. Jum’at (16/2).

Kediri – majalahbuser.com, Buah nanas merupakan komoditas terbesar yang ada di wilayah Kabupaten Kediri khususnya di wilayah Kecamatan Ngancar. Selain rasa buahnya yang unik dan khas, ternyata daun buah nanas bisa diolah untuk dijadikan bahan tekstil, kerajinan dan fiber.

Melihat potensi serat daun nanas tersebut, Balitbangda Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Universitas Ciputra dan Universitas Brawijaya mendatangkan pelaku bisnis dari Taiwan, Jepang dan Inggris pada Jum’at (16/2).

Para pelaku bisnis ini datang jauh-jauh ke Kabupaten Kediri untuk meneliti serat daun nanas asli Desa Bedali, Kecamatan Ngancar untuk nantinya diteliti di laboratorium.

Kepala Balitbangda Kabupaten Kediri, Dr. Sonny Subroto Maheri Laksono, M.Si. menjelaskan, ini merupakan langkah awal agar produk dari kelompok tani ini bisa diproduksi secara berkelanjutan sehingga bisa memperkenalkan olahan serat daun nanas ini di luar negeri.

“Ini merupakan langkah awal agar produk dari temen-temen kelompok tani ini bisa diproduksi secara berkelanjutan sehingga nantinya bisa memperoleh nilai tambah,” ujarnya.

Para pelaku bisnis ini juga memborong serat daun nanas ini sejumlah 50kg untuk dikirim ke jakarta dalam 2-3 hari. Untuk per kilogram dibanderol dengan harga Rp. 150.000. Para pelaku bisnis sekaligus peneliti ini juga meminta pesanan khusus yaitu serat daun nanas dipotong sampai 4cm.

Jika nantinya serat daun nanas ini bisa diolah disana, maka pihak peneliti akan mengirim bantuan berupa alat agar bisa lebih cepat dalam pengerjaan.

Ketua Kelompok Tani Mukti, Ahmad Khoirul Anam berharap dengan adanya potensi seperti ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk warga sekitar karena saat ini memang untuk mencari pekerjaan sangatlah sulit.

“Harapan kami adalah bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk warga sekitar dan juga kelompok tani kami, karena memang untuk saat ini mencari pekerjaan memang sulit, dengan adanya potensi ini kami harap bisa membantu perekonomian warga sekitar dengan membuka lapangan pekerjaan baru,” harapnya.

Serat daun nanas ini juga nantinya akan dikembangkan untuk menjadi produk-produk fiberglass. Dalam pengolahan ini nantinya akan berkolaborasi dengan SMK Canda Bhirawa Pare yang juga sudah siap untuk mengembangkan serat daun nanas ini.

Perwakilan dari SMK Canda Bhirawa Pare, Ahmad Fauzi menjelaskan pihaknya siap untuk mengembangkan serat daun nanas ini agar menjadi produk unggulan yang ada di Kabupaten Kediri.

Selain bermitra dengan Universitas Ciputra, Kelompok Tani Mukti Desa Bedali ini juga bermitra dengan ITS untuk mengembangkan pengolahan serat daun nanas ini. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer