Foto: Pembangunan Pasar Wates

Kediri – majalahbuser.com, Revitalisasi pasar tradisional menjadi prioritas Bupati Hanindhito Himawan Pramana dalam mengangkat ekonomi kerakyatan hingga memiliki daya saing.

Perkembangan warung waralaba dan platform jual beli online, menjadi tantangan yang akan mempengaruhi eksistensi pasar tradisional untuk menarik konsumen. Terlebih dengan kondisi infrastruktur pasar tradisional yang kurang layak.

Sebagai bagian dari program pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, pada tahun 2023 pemerintahan Bupati Hanindhito Himawan Pramana berhasil menyelesaikan revitalisasi Pasar Wates.

Pasar Wates yang berada di jalur wisata Gunung Kelud ini dalam pembangunannya mengusung konsep pasar tradisional dengan memadukan konsep wisata. Hal ini terlihat dari bangunannya yang menyuguhkan sentuhan nilai seni dari urnamen khas Kediri sebagai daya tarik.

Selain bangunan fisik yang menarik, Pasar Wates ini juga dilengkapi smart CCTV untuk mendukung keamanan serta barrier gate (palang parkir) otomatis yang dapat mendukung manajemen parkir d area pasar.

“Pasar Wates yang dilakukan selama dua tahap, setelah melalui proses yang cukup panjang sejak 2022 alhamdulilah kini sudah terlihat hasilnya,” kata Mas Dhito.

Pembangunan Pasar Wates pada tahap pertama di Tahun 2022 menelan anggaran Rp11,4 miliar yang bersumber dari Kementerian Perdagangan. Kemudian pada tahap kedua Rp7,3 miliar dari APBD Kabupaten Kediri tahun 2023.

Untuk mangakomodir pedagang yang ingin berjualan, Pasar Wates menurut bupati muda ini akan dibagi dalam tiga shift. Pada pagi untuk pedagang sayur atau pedagang ¬ethek kemudian dilanjutkan pedagang yang menempati los dan kios dan sore hingga malamnya untuk wisata kuliner.

Untuk menjaga pasar tetap tertata, bagian trotoar di depan pasar akan steril dari pedagang. Para pedagang yang sebelumnya menjajajakan dagangannya di depan pasar diminta masuk ke dalam pasar.

“Kalau di Pasar wates konsep ini berhasil juga akan kita terapkan di Pasar Ngadiluwih,” ungkapnya.

Setelah Pasar Wates, revitalisasi Pasar Ngadiluwih menjadi program Mas Dhito. Detail Engineering Design (DED) Pasar Ngadiluwih sendiri diakui sudah selesai.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kediri akan menyiapkan relokasi Pasar Buah Banyakan yang terdampak tol, pembangunan serta menata wajah Pasar Gringging supaya lebih menarik serta Pasar Kandangan.

Selain pembangunan pasar tradisional, menghadapi beroperasinya bandara Pemerintah Kabupaten Kediri menggenjot pelaku UMKM supaya naik kelas dan berdaya saing.  Selain melalui program pelatihan dan pendampingan, pemerintah juga memberikan bantuan permodalan bagi pelaku UMKM.

Di Kabupaten Kediri dari data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) terdapat sekitar 9.800 pelaku UMKM. Produk UMKM yang telah masuk kurasi bahkan dibantu dalam pemasaran. Tidak hanya melalui kegiatan ekspo maupun event yang diadakan Pemerintah daerah, Mas Dhito bahkan membantu supaya produk UMKM bisa masuk minimarket yang ada di Kabupaten Kediri.

Bupati 31 tahun itu mendorong pelaku UMKM untuk tidak merasa berada di zona aman. Melalui kegiatan pendampingan diharapkan pelaku UMKM dapat memunculkan produk unggulan khas Kabupaten Kediri yang nantinya juga dapat menjadi oleh-oleh bagi orang yang berkunjung ke Kediri.

Kepala Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati menyebut menghadapi bandara yang akan beroperasi pihaknya telah menyiapkan UMKM untuk nantinya masuk di bandara. Setidaknya sudah ada 60 produk UMKM yang dianggap sudah siap.

“Produknya kita kurasi, kalau masih ada kekurangan misal kualitas produk packaging itu kita beri pelatihan lagi, dan juga kita siapkan konsultan untuk packagingnya,” bebernya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer