
Tulungagung – majalahbuser.com, Semangat gotong royong menjadi landasan percepatan pembangunan di Kabupaten Tulungagung. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat bersinergi membangun infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan warga di pedesaan.
Program yang digelar Kodim 0807/Tulungagung tersebut resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, di Lapangan Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, pada Hari Selasa (13/10), dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.
H. Ahmad Baharudin pada sambutannya mengatakan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan, memperbaiki akses pelayanan dasar, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
“Melalui kemanunggalan TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat, TMMD akan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, memperlancar akses pelayanan dasar, menggerakkan perekonomian, serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Tulungagung yang semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, bahwa pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang menempatkan pembangunan dari desa sebagai salah satu upaya mewujudkan pemerataan ekonomi.
Ahmad Baharudin menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari hasil pekerjaan fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menumbuhkan kesadaran kolektif, memperkuat kemandirian masyarakat, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Keberhasilan pembangunan membutuhkan semangat kebersamaan. TMMD tidak semata berfokus pada kegiatan fisik, tetapi juga membangun kesadaran, kemandirian, serta kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
Pelaksanaan TMMD ke-130 ini, sejumlah sasaran fisik telah disiapkan untuk mendukung peningkatan infrastruktur dan fasilitas umum di Desa Pojok.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan jalan rabat beton dengan total panjang 1.373 meter yang tersebar di empat lokasi, rehabilitasi delapan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rehabilitasi satu unit Musholla, serta pembangunan satu unit toilet umum dengan empat bilik.
Selain itu, program juga mencakup jambanisasi bagi delapan keluarga, pembangunan lima titik instalasi pengolahan air minum (IRPOM), serta penanaman pohon sebagai bagian dari upaya mendukung kelestarian lingkungan.
TMMD ke-130 juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Beragam kegiatan tersebut antara lain sunatan massal, pengobatan gratis, imunisasi dan pelayanan posyandu, pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelayanan keluarga berencana (KB), serta pemberian makanan tambahan bagi penderita stunting.
Program sosial lainnya meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, donor darah, pembagian bantuan sembako, hingga publikasi dan lomba jurnalistik TMMD.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan TMMD ke-130 agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Dengan semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pembangunan Desa Pojok sekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Seremonial pembukaannya turut dihadiri Dandim 0807/Tulungagung Letkol Arh. Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., Ketua Persit KCK Cabang XXI Ny. Vina Galih Satrio, Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi beserta istri, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (unt/adv)