
Kota Kediri – majalahbuser.com, Ribuan Pramuka dari jenjang SMP dan SMA/sederajat se-Kota Kediri mengikuti Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jumat (17/7).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan sebagai upaya membangun generasi muda yang peduli terhadap ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Apel akbar berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan budaya dari para pelajar diantaranya Band pelajar, tari jaranan, hingga atraksi Drum Band SMAN 5 Taruna Brawijaya sukses menghibur para peserta.
Suasana semakin semarak dengan penampilan penyanyi muda Niken Salindri, siswi SMAN 8 Kediri, yang membawakan sejumlah lagu dan mendapat sambutan hangat dari ribuan peserta.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung program nasional ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Melalui kegiatan ini kami menyampaikan komitmen bersama untuk mendukung program nasional ketahanan pangan. Pramuka diharapkan menjadi salah satu ujung tombak yang mampu menjadi pelopor sekaligus penggerak di tengah masyarakat,” ujarnya.
Apel Akbar dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, serta Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri Edi Herwiyanto.
Menurut Adi Prayitno, gerakan Pramuka merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan karakter mandiri, peduli lingkungan, dan memiliki keterampilan hidup.
Karena itu, Dinas Pendidikan mendorong seluruh kepala sekolah terus menghadirkan inovasi dalam mendukung program kepramukaan, termasuk memanfaatkan lahan sekolah menjadi kawasan produktif.
Berbagai tanaman seperti sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga buah-buahan diharapkan dapat dibudidayakan di lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik sejak dini.
“Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan, langkah yang dimulai dari halaman sekolah menjadi pesan sederhana namun bermakna. Masa depan bangsa tidak hanya dibangun melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui tangan-tangan muda yang mau menanam, merawat, dan menjaga kehidupan,” katanya.
Adi Prayitno juga mengajak seluruh peserta menjaga kebersihan Stadion Brawijaya sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap fasilitas publik.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus modernisasi, gerakan yang dimulai dari lingkungan sekolah menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh generasi muda yang peduli terhadap alam dan mampu menjaga keberlanjutan kehidupan melalui kegiatan menanam, merawat, dan memanfaatkan hasilnya.
Diharapkan momentum ini adalah untuk menumbuhkan semangat gotong royong, kemandirian, serta kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat peran Pramuka sebagai agen perubahan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. (unt/bsr1)