Jemaah haji Indonesia menunggu keberangkatan di bandara. (KOMPAS.com/Pythag Kurniati)

Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyampaikan bahwa sebanyak 17 kloter jemaah haji Indonesia pulang ke Tanah Air pada hari ini, Senin (1/6/2026).

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengungkap, per pukul 10.00 WIB sebanyak 12 kloter telah diberangkatkan menuju Indonesia dengan total 3.479 jemaah dan 36 petugas.

“Pada hari ini dijadwalkan ada sebanyak 17 kloter jemaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air,” ucap Maria dalam konferensi pers, Senin.

Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menunjukkan kedisiplinannya, kesabaran, bahkan kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Kami memohon maaf jika terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung,” tuturnya.

Maria mengatakan, segala saran dan masukan seluruh jemaah akan menjadi bekal kami memberikan pelayanan lebih optimal pada masa penyelenggaraan ibadah haji ke depan.

Tidak lupa, Kemenhaj juga menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus memberikan layanan, pendampingan, perlindungan, dan pengawasan terbaik kepada jemaah.

Memasuki fase kepulangan, jemaah diminta tetap mematuhi seluruh arahan petugas di hotel saat menuju bandara bahkan hingga proses penerbangan ke Tanah Air.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah yang memasuki jadwal kepulangan agar mempersiapkan barang bawaan yang baik, mengikuti jadwal pergerakan yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, proses pemulangan para tamu Allah akan dibagi ke dalam dua gelombang keberangkatan.

Gelombang pertama dijadwalkan terbang melalui Jeddah pada rentang waktu 1 Juni hingga 15 Juni 2026.

Sementara itu, jemaah yang masuk dalam gelombang kedua akan diterbangkan melalui Madinah mulai 7 Juni hingga 30 Juni 2026. (kompas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer