
Lumajang – Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut mengalami erupsi. Letusan kali ini disertai suara dentuman.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.18 WIB. Visual letusan tidak teramati,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Kamis (17/9/2026).
Agastya mengatakan erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 128 detik.
“Letusan Gunung Semeru itu disertai suara dentuman/gemuruh,” tuturnya.
Sementara Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengatakan Isnugroho membenarkan suara gemuruh/dentuman yang menyertai erupsi Gunung Semeru itu.
“Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” ujarnya.
Kemudian masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ucap Isnugroho. (lir/lir/detik)