
Kediri – majalahbuser.com, Masih ingat dengan Sholikah, 50 dan suaminya Putut Sri Harmisworo,56 warga Jalan Kembang Kuning, Kandat? Dalam keterbatasan, mereka berjuang menanggung pengasuhan tiga orang cucu yang semuanya masih kecil.
Untuk menopang kebutuhan keseharian, Sholikah memiliki usaha kecil berupa jasa penggilingan bumbu, kopi dan kelapa. Jika lagi ramai, biasanya sehari bisa mendapat hasil Rp20 ribu.
Kadangkala, Sholikah juga menerima pesanan sambel pecel dan madumongso. Meski tak rutin, dia tetap bersyukur. Untuk menambah penghasilan, Putut bekerja sebagai buruh tani.
Meski tak mudah, pasangan ini melakoni hari-hari tanpa mengeluh. Ketiga cucunya Arvino,7, serta adik kembarnya Arcelio dan Arsenio yang baru berusia 2 tahun 5 bulan menjadi penyemangat.
Kabar mengenai keluarga ini pun sampai ke Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Mas Dhito sapaannya, pada 7 Mei 2026 lalu berkunjung bertemu Sholikah, Putut serta ketiga cucunya.
Menindaklanjuti kunjungan itu, pada 2 Juni ini perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri datang menyalurkan bantuan dari Mas Dhito.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri Santoso menyampaikan, bantuan yang disalurkan berupa rombong kontainer beserta peralatan pendukung dan bahan yang bisa langsung digunakan untuk membuka usaha jualan minuman.
Tak hanya itu, ada pula kacang tanah dan beras ketan, bahan yang diharapkan menjadi stimulus bagi usaha sambel pecel dan madumongso yang selama ini juga digeluti Sholikah untuk membantu suaminya.
“Bantuan dari mas bupati ini diharapkan memberi harapan baru bagi keluarga Ibu Sholikah dalam menggerakkan dan menopang ekonomi keluarga secara kontinyu dan berkelanjutan,” kata Santoso. (PemkabKediri)