
Kediri – majalahbuser.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengoptimalkan pengelolaan website profil 37 puskesmas. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi layanan tanpa perlu datang langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Website Profil Puskesmas yang digelar di ruang pertemuan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kediri, Kamis (29/10).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Yusron, menekankan pentingnya website yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan status maupun kondisi pengguna.
“Website harus bisa diakses oleh siapa pun, dalam kondisi apa pun, dan menggunakan perangkat apa pun. Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan akses informasi,” katanya.
Yusron menjelaskan, kualitas website puskesmas tidak hanya bergantung pada ketersediaan platform digital. Tampilan yang menarik, kelengkapan informasi, serta pembaruan konten secara konsisten juga menjadi faktor penting agar website berfungsi optimal.
Puskesmas juga perlu memperbarui informasi secara berkala, mulai dari berita kegiatan, program kesehatan, hingga informasi pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.
“Ini juga menunjukkan etos kerja para pegawai puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam FGD tersebut, dari Diskominfo Kabupaten Kediri menyampaikan beberapa materi mengenai keterbukaan informasi publik. Kemudian, materi teknis pengelolaan miniweb untuk mendukung pengelolaan konten serta pemanfaatan website sebagai kanal informasi resmi fasilitas pelayanan kesehatan. (adv)