Jenazah korban yang tewas tertimpa tembok apotek gegara diduga getaran sound horeg di Jember. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Karnaval yang menampilkan sound horeg kembali memakan korban jiwa di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dalam catatan detikJatim, dalam bulan Agustus saja, sudah ada tiga orang tewas dikarenakan sound horeg.

Ketiga korban itu warga biasa hingga kru dan penyewa. Berikut para korban tewas tragedi sound horeg yang dirangkum detikJatim sejak awal Agustus:

1. Kru Sound Horeg di Jember

Korban pertama adalah pria berinisial SN (29), ia tewas saat tengah tertidur dia atas truk bermuatan sound horeg yang tengah melaju. Nahas, saat melintas di Jalan Krasak, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, kepala terbentur gapura.

“Kejadiannya hari Minggu (2/8), saat kendaraan melintas di bawah gapura pembatas desa,” kata Komandan Regu 1 Unit Gakkum Satlantas Polres Jember, Aiptu Hasan Basri saat itu.

Saat kejadian, korban di atas truk sound horeg bersama rombongan yang dalam perjalanan pulang setelah berpartisipasi dalam karnaval di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.

Korban diduga tertidur di atas bak truk yang mengangkut peralatan sound system. Benturan keras tersebut membuat korban mengalami luka fatal di bagian kepala.

2. Penyewa Sound Horeg di Banyuwangi

Korban kedua adalah Bonari (44). Warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi itu juga tewas diduga karena serangan jantung saat jalan kaki mengikuti karnaval sound horeg memperingati HUT ke-81 RI Minggu (23/8/2026) .

Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi mengatakan sebelum tewas, korban semapt menggelar pesta minuman keras (miras) jenis arak. Pesat miras ini digelar sebelum karnaval dimulai.

Setelah menenggak arak, korban lantas mengikuti rombongan parade sound horeg. Setelah menempuh jarak sekitar 1 kilometer dari garis start, tubuh korban mendadak oleng lalu terkapar di atas aspal.

Peserta lain dan petugas di lokasi sempat melarikan Bonari ke Puskesmas Pesanggaran untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal.

Akibatnya, parade tersebut kemudian dihentikan sekitar pukul 20.00 WIB. Seluruh sound horeg dimatikan meski karnaval masih berjalan.

3. Lansia di Jember

Korban terbaru dan paling tragis adalah Slamet Timbang (57). Warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember itu tertimpa kanopi dan tembok saat mengantar istrinya ke apotek.

Insiden tragis itu terjadi di tengah suasana meriah gelaran karnaval dan parade sound horeg yang diselenggarakan pihak Desa Wringinagung, Sabtu (29/8) sekitar pukul 10.30 WIB.

Warga setempat, Ulum menuturkan korban awalnya sedang berdiri di area apotek untuk menunggu sang istri yang tengah membeli obat. Namun, secara tiba-tiba, tembok bangunan dengan kanopi itu ambruk dan langsung menimpa tubuh korban.

“Korban pas menunggu istrinya beli obat. Tidak selang berapa saat ada suara keras dan korban sudah tersungkur tertimpa tembok. Kondisinya meninggal di tempat,” kata Ulum.

Dentuman keras akibat tembok yang roboh secara mendadak membuat warga sekitar dan para peserta karnaval panik. Warga bersama aparat kepolisian yang berada di lokasi kemudian mengevakuasi jenazah korban.

“Robohnya dinding apotek tersebut sepertinya akibat struktur bangunan yang sudah tua dan lapuk,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, getaran keras dari agenda cek sound sistem karnaval yang digelar warga sehari sebelumnya juga diduga turut memicu retaknya konstruksi bangunan.

“Bangunannya sepertinya sudah tua. Kemungkinan juga karena getaran suara cek sound yang sangat keras semalam, jadi bangunannya retak lalu ambruk hari ini,” tandas Ulum. (hil/abq/detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer