Foto: Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyerahkan gunungan kepada Ki Dalang Kompol Bowo Wicaksono yang juga Kapolsek Kediri Kota (pakai blangkon). (dok. Untung.majalahbuser.com)

Kediri – majalahbuser.com, Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Polsek Kediri Kota dan jajaran Polres Kediri Kota, menghadirkan kado istimewa bagi masyarakat melalui pagelaran budaya bertajuk “Wayang Cangkrukan Waton Sae” di halaman Mapolsek Kediri Kota, Senin (29/6).

Berbeda dengan wayang kulit pada umumnya, tokoh-tokoh wayang yang ditampilkan terbuat dari karton yang dibentuk menyerupai wayang kulit, namun tetap mempertahankan karakter dan nilai-nilai filosofisnya.

Keunikan pertunjukan semakin terasa karena para pengrawit merupakan anggota Polsek Kediri Kota yang berkolaborasi dengan seniman lokal Kediri. Sementara tiga pesinden yang mengiringi jalannya pertunjukan adalah putri-putri anggota Polsek yang masih berstatus pelajar.

Yang tak kalah menarik, Kapolsek Kediri Kota, Kompol Bowo Wicaksono, tampil sebagai dalang. Dengan gaya komunikatif dan dialog khas penuh humor, ia sukses menghidupkan suasana. Candaannya yang diselipkan dalam lakon membuat para tamu undangan dan masyarakat berkali-kali tertawa.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, yang hadir bersama istri, tampak menikmati jalannya pertunjukan sambil sesekali tersenyum mendengar dialog jenaka yang dibawakan sang dalang.

Foto H Buat Santoso (kiri), pengusaha Bus wisata Mahkota dan Billion di Kota Kediri. (dok. Untung.majalahbuser.com)

Pagelaran berlangsung dalam suasana santai layaknya pertemuan warga di pos ronda. Penonton menikmati suguhan wayang sembari menyeruput kopi hangat dan menikmati jajanan tradisional. Konsep tersebut menjadikan pertunjukan ini dikenal sebagai Wayang Kamtibmas, yakni media penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan budaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Sekretaris Daerah Kota Kediri Paulus Luhur Budi, pengusaha H. Buat Santoso, unsur Forkopimcam, para lurah, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta para pecinta seni wayang.

Dalam sambutannya, AKBP Anggi Saputra Ibrahim menjelaskan bahwa Wayang Cangkrukan Waton Sae memiliki filosofi sebagai Wayang Karton Sarana Edukasi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus wujud pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Bagaimanapun juga Polri adalah milik masyarakat,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan yang diberikan selama ini masih belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polri terus melakukan pembenahan agar semakin profesional, humanis, dan mampu memberikan pelayanan dengan tulus serta sepenuh hati.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar Polri ke depan menjadi lebih baik, semakin ikhlas dalam mengabdi kepada masyarakat,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan pengusaha sekaligus pemilik Koperasi H. Buat Santoso. Menurutnya, di usia ke-80, Polri menunjukkan kemajuan yang semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pagelaran Wayang Cangkrukan ini luar biasa. Melalui budaya, Polri semakin dekat dengan masyarakat sehingga mampu menghadirkan rasa bahagia dan kebersamaan,” ungkap pemilik usaha bus wisata dan Billion di Kota Kediri tersebut.

Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Kaliombo, Bagus, menilai pertunjukan wayang menjadi media yang efektif untuk mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda.

“Wayang adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Kegiatan seperti ini memberikan wawasan kepada generasi muda agar mencintai seni dan tradisi Jawa. Kami berharap Polri ke depan semakin humanis, solid, dan semakin mampu merangkul generasi muda,” tandasnya (unt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer