Foto: Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan

Tulungagung – majalahbuser.com, Seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Mekkah bagi umat Muslim dari berbagai penjuru dunia telah tuntas dilaksanakan. Mulai dari ihram (niat dari miqat), wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar Jumrah Aqabah, tahalul awal, tawaf ifadah, sa’i, melempar jumrah pada hari Tasyrik, tahalul tsani, hingga ditutup dengan tawaf wada atau tawaf perpisahan.

Kini para jamaah bersiap kembali ke negara asal masing-masing, termasuk jamaah haji asal Kabupaten Tulungagung yang akan pulang secara bertahap.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan, mengatakan jamaah haji asal Tulungagung dalam jumlah besar dijadwalkan tiba pada 27 dan 28 Juni 2026 mendatang.

“Sebanyak 1.180 jamaah yang masuk kloter 102 sampai 105 akan pulang pada tanggal tersebut,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Senin (8/6).

Selain itu, terdapat empat jamaah haji berusia antara 70 hingga 77 tahun yang akan lebih dahulu pulang pada Selasa (9/6). Keempat jamaah tersebut tergabung dalam kloter 32 dan 35 bersama jamaah dari kabupaten lain.

Tak hanya itu, satu jamaah haji lainnya juga dipulangkan lebih awal karena mengalami sakit demensia didampingi seorang pendamping selama perjalanan.

Makrus juga menyampaikan kabar duka bahwa terdapat lima jamaah haji asal Tulungagung yang meninggal dunia di Tanah Suci.

“Jamaah haji yang meninggal dunia ada lima orang. Mereka meninggal karena sakit dan rata-rata usianya memang sudah lanjut,” katanya.

Menurut laporan petugas pendamping dari Mekkah, beberapa jamaah juga sempat mengalami gangguan kesehatan hingga menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Meski demikian, mereka dipastikan akan pulang sesuai jadwal bersama jamaah lainnya.

Ia menjelaskan bahwa jamaah juga menghadapi kondisi cuaca yang cukup ekstrem dengan suhu mencapai 47 derajat Celsius. Namun seluruh proses ibadah berjalan lancar.

“Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar. Memang ada jamaah kategori risiko tinggi, tetapi dengan kewaspadaan dan pendampingan yang baik semuanya dapat teratasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas pemukiman jamaah di Mekkah saat ini dinilai semakin baik. Pemerintah telah menyiapkan serta mengelola hotel untuk menampung jamaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Sementara terkait rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia, menurutnya hingga saat ini masih dalam proses pembangunan. (unt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer