
Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merilis sejumlah kontak darurat yang dapat dihubungi warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah.
Informasi tersebut disampaikan Kemlu RI melalui akun X @Kemlu_RI pada Minggu (1/3/2026), menyusul meningkatnya eskalasi situasi setelah Israel dan Amerika Serikat (AS) menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Dalam situasi darurat, WNI dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kemlu di nomor +62 812-9007-0027.
Selain itu, Kemlu juga mencantumkan hotline Perwakilan RI di sejumlah negara sebagai berikut:
- KBRI Riyadh: +966 569173990
- KJRI Jeddah: +966 503609667
- KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
- KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
- KBRI Doha: +974 44657945 / 44664981 / 33322875
- KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760
- KBRI Manama: +973 38791650
- KBRI Amman: +962 779150407
- KBRI Baghdad: +964 7769842020
- KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
- KBRI Beirut: +961 70817310
- KBRI Damaskus: +963 954444810
Kemlu mengimbau WNI yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanannya.
WNI juga diminta menunda perjalanan hingga kondisi dinilai lebih kondusif demi menjaga keselamatan dan keamanan selama berada di luar negeri.
Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus berkomunikasi serta berkoordinasi secara intensif dengan para WNI di wilayah kerja masing-masing.
Perwakilan RI juga mengimbau WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.
Imbauan ini berlaku bagi WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat perkembangan situasi di Timur Tengah.
Kemlu bersama seluruh Perwakilan RI di kawasan akan terus memantau dan mengasesmen situasi keamanan, kondisi di lapangan, serta langkah penanganan yang diperlukan untuk merespons perkembangan selanjutnya. (kompas)