
Surabaya – Peristiwa balon udara yang terjadi di Blitar dan Malang saat momen Lebaran menarik perhatian publik. Kejadian tersebut menambah daftar insiden yang melibatkan balon udara yang kerap terbang di wilayah Jawa Timur.
Balon udara yang jatuh menimpa rumah warga Blitar menyebabkan kerusakan. Sementara balon udara yang menyangkut di tiang listrik kawasan Kota Malang mengakibatkan aliran listrik di ribuan rumah pelanggan terpaksa dimatikan sementara.
Simak sederet fakta peristiwa balon udara di dua kota ini:
1. Detik-detik Balon Udara Meledak di Atap Rumah Warga Blitar
Peristiwa menghebohkan terjadi di Blitar, ketika balon udara meledak di atap rumah warga di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Kapolsek Sukorejo Kompol Imam Subechi membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan, pihaknya pertama kali mengetahui peristiwa tersebut melalui laporan yang beredar di media sosial Instagram. Mendapatkan informasi tersebut, anggota Polsek Sukorejo segera melakukan penelusuran untuk menyelidiki lebih lanjut peristiwa yang mengejutkan ini.
“Peristiwa itu terjadi Senin (31/3/2025), viral di media sosial. Selanjutnya anggota mendatangi lokasi di rumah warga di Jalan Raras Wuyung Kelurahan Blitar,” terangnya saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (1/4/2025).
Menurut Imam, pemilik rumah yang menjadi lokasi kejadian mendengar suara ledakan yang mirip dengan petasan dari arah atap rumah. Ketika diperiksa, ditemukan bekas balon udara yang masih terikat dengan petasan.
Menyadari potensi bahaya, pemilik rumah berusaha menurunkan balon udara tersebut untuk mencegah api merembet ke bagian rumah lainnya. Aksi cepatnya ini berhasil mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada bangunan.
2. Kejadian di Blitar Viral di Medsos
Rumah warga tersebut mengalami kerusakan akibat balon udara yang jatuh. Peristiwa ini pun viral di media sosial. Dalam video yang beredar, pemilik rumah mengeluhkan aksi orang yang menerbangkan balon udara tersebut.
“Sing nyumet happy sing ketiban mercone sing susah. Deloken lur, iki mau kobong koyo ngene rupane. Mercone jeblok nang omah. Wis jan meresahkan tenan (Yang nyalain happy, yang kejatuhan petasan yang sedih. Lihatlah ini tadi kebakar, seperti ini bentuknya. Petasan jatuh ke rumah. Sudah sangat meresahkan),” ucapa suara pemilik rumah dalam video.
3. Balon Udara Jatuh di Blitar Rusak Atap Rumah Warga
Imam menyebutkan, balon udara yang jatuh itu telah dipindahkan ke bagian belakang rumah warga. Sebelumnya, balon udara tersebut mendarat di atap rumah, bahkan meluncur hingga ke bagian depan. Akibat kejadian ini, atap rumah mengalami kerusakan.
“Kerusakan terjadi di atap rumah, ada sekitar 10 genteng yang rusak. Selanjutnya bekas balon udara sudah dipindahkan dipindah ke belakang rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Imam mengatakan belum mengetahui pemilik balon udara tersebut. Sebab, tidak diketahui asal balon udara tersebut. Namun, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara.
“Belum tahu siapa dan dari mana balon udara tersebut. Padahal Polres Blitar Kota sudah melarang balon udara karena dapat membahayakan, terlebih dengan petasan/mercon,” tandasnya.
4. Viral Balon Udara Tersangkut di Tiang Listrik Malang
Sebuah video yang memperlihatkan balon udara besar tersangkut di saluran kabel listrik viral di media sosial. Dalam video tersebut, warga sekitar tampak panik menyaksikan balon udara tersebut tergantung di saluran kabel listrik.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Selasa (1/4/2025). Kapolsek Pujon Iptu Sugihartono membenarkan kejadian tersebut, dan menyatakan bahwa warga langsung terkejut dengan insiden yang melibatkan balon udara itu.
“Jadi peristiwa ini nggak dilaporkan ke kami. Setelah kami mengetahui informasi tersebut, petugas kepolisian langsung kami datangkan ke lokasi. Dari informasi warga sekitar itu terjadi pada pukul 07.00 WIB,” kata Sugihartono.
5. Balon Udara Diduga dari Bumiaji, Kota Batu
Menurut informasi dari warga sekitar, balon udara yang tersangkut di saluran kabel listrik diduga bukan berasal dari wilayah Kecamatan Pujon, melainkan dari Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ketika petugas tiba di lokasi, balon udara tersebut sudah tidak ditemukan lagi di tempat kejadian.
“Akibat balon udara tersangkut ke kabel listrik tadi, warga sempat menghubungi petugas PLN,” terang Sugihartono.
Menyikapi kejadian ini, Sugihartono mengimbau masyarakat agar tidak bermain balon udara. Selain berisiko tersangkut di tiang listrik, balon udara juga dapat menimbulkan bahaya kebakaran yang dapat merugikan. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan untuk menghindari potensi bahaya yang lebih besar akibat penggunaan balon udara.
“Kami imbau kepada masyarakat supaya tidak main balon udara karena membahayakan listrik dan kalau jatuh dihutan bahaya kebakaran,” pesan Sugihartono.
6. 8 Ribu Pelanggan Listrik Mati gegara Balon Udara Malang
Balon udara berukuran besar yang tersangkut di saluran kabel listrik itu mengakibatkan pemadaman listrik yang meluas. Sekitar 8 ribu pelanggan terdampak, mengalami pemadaman listrik.
Asman Keuangan dan Umum PLN UP3 Malang Bintara Situmorang menjelaskan, pemadaman terjadi mulai dari kawasan Jalan Arumdalu, Songgoriti, Kota Batu, hingga Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Pemadaman ini disebabkan gangguan pada saluran listrik akibat balon udara yang tersangkut.
“Kami mendapat laporan padam itu pada Selasa (1/4/2025) pukul 05.59 WIB-06.04 WIB. Perhitungan kami saat listrik padam itu ada sekitar 8 ribu pelanggan yang terdampak,” kata Bintara kepada detikJatim, Rabu (2/3/2025).
Bintara menyampaikan, kejadian pemadaman listrik ini diketahui setelah pihak PLN menerima laporan dari warga mengenai listrik yang padam. Segera setelah itu, petugas PLN turun ke lokasi untuk menelusuri penyebabnya.
Diketahui, jaringan listrik yang terkena dampak balon udara tersebut merupakan saluran utama yang menyuplai listrik hingga kawasan Pujon. Akibatnya, pemadaman listrik terjadi dengan jangkauan yang cukup luas, melibatkan sekitar 8 ribu pelanggan di wilayah tersebut.
“Kemudian sekitar jam 7, kami menemukan penyebab listrik padam. Kami mendapat laporan jika ternyata ada balon udara yang tersangkut jatuh di rumah warga Pujon. Ketika dicek ternyata balon yang terbakar mengenai jaringan sehingga menyebabkan percikan api dan terbakar, sehingga proteksi jaringan listrik bekerja. Bersyukur tidak ada kerusakan peralatan listrik, sehingga listrik dapat segera normal kembali,” jelasnya. (irb/fat/detik)