Foto: Pelatihan ‘Matematika Gembira’ bagi Guru Sekolah Dasar (SD) pada 2–4 November 2026.

Kediri – majalahbuser.com, Guna medorong para pendidik untuk meninggalkan pola pembelajaran yang monoton dan menghadirkan proses belajar yang lebih kreatif, interaktif dan mudah dipahami oleh peserta didik, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menggelar Pelatihan “Matematika Gembira” bagi Guru Sekolah Dasar (SD) pada 2–4 November 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam membangun persepsi positif siswa terhadap matematika. Menurutnya, anak-anak tidak boleh lebih dahulu merasa takut sebelum mengenal dan memahami pelajaran tersebut.

“Matematika harus dikenalkan kepada anak-anak dengan cara yang menggembirakan. Jangan sampai siswa lebih dahulu merasa takut sebelum memahami materinya. Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik,” tegas Muhsin.

Ia menjelaskan, pembelajaran matematika tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan menghafal rumus dan memperoleh jawaban benar. Lebih dari itu, siswa perlu dibimbing untuk memahami konsep, mengembangkan penalaran, serta berani mencoba berbagai cara dalam menemukan solusi.

Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penambahan pengetahuan bagi guru, tetapi benar-benar diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Yang ingin kita bangun bukan hanya kemampuan anak dalam berhitung, tetapi juga pola pikirnya. Bagaimana siswa mampu memahami persoalan, menemukan cara penyelesaian, dan memiliki keberanian untuk mengemukakan gagasan. Di sinilah kreativitas guru sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Muhsin menambahkan, kemampuan numerasi merupakan salah satu fondasi penting dalam pendidikan dasar. Keterampilan tersebut bukan hanya menunjang keberhasilan akademik, melainkan juga menjadi bekal bagi anak untuk memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Muhsin berharap, Pelatihan Matematika Gembira mampu melahirkan guru-guru yang inovatif, adaptif, dan mampu menciptakan suasana belajar yang menggembirakan. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas sekolah, tetapi juga oleh kreativitas pendidik dalam menghidupkan proses pembelajaran. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer