
Kediri – majalahbuser.com, Setelah dilantik di Mapolda Jatim pada 28 Juli 2026 dan mulai bertugas di Mapolres Kediri akhir Juli 2026, Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. langsung tancap gas dengan merangkul semua potensi dan elemen yang ada di Kabupaten Kediri, termasuk para pencari nafkah yang berada di kawasan Simpang Lima Gumul.
Seperti diketahui, Simpang Lima Gumul (SLG) merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi kerakyatan dan area penting bagi ribuan pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Kediri.
Karena itulah, Kapolres Kediri Wahyudin Latif memandang perlu mengoptimalkan peran kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas pada pusat keramaian dan kawasan wisata publik.
Terkait tersebut, Kapolres Kediri sengaja mengundang pedagang kaki lima di SLG yang diwakili oleh puluhan pengurus paguyuban PKL yang dikemas dalam acara “Ngopi Bareng Kapolres” pada Rabu 19/8 malam.
Dalam acara yang digelar di warung lesehan tak jauh dari Mapolsek Ngasem tersebut, Kapolres Kediri yang didampingi Wakapolres Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Rengget Tera, dan Kapolsek Ngasem Iptu Bambang Supaku, S.H. tampak langsung akrab dengan para perwakilan PKL dengan melakukan absensi.

Selain menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pada kesempatan tersebut Kapolres Kediri Wahyudin Latif juga memberikan kesempatan kepada undangan yang hadir untuk menyampaikan keluhan dan sarannya demi terjadinya sinergitas yang indah antara kepolisian dan PKL SLG.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh pegurus PKL Mekar Senja, Priyanto. Ia mengaku senang karena sejak Kapolsek Ngasem dijabat oleh Iptu Bambang Supaku, S.H. terjadi komunikasi yang baik antara PKL dan Kepolisian.
“Terima kasih bapak kapolres, sebelumnya kapolsek Ngasem juga sudah berkenan memberi perhatian kepada kami dan memprakarsai adanya group WA sabuk kamtibmas. Mohon maaf, jika diperkenankan kami berharap ada jaket atau baju almamater sabuk kamtibmas,”usul Priyanto.
Usulan tersebut diterima dan disambut baik oleh Kapolres. Ia akan segera menyampaikan usulan itu ke Bakesbangpol Kabupaten Kediri.
“Terima kasih, nanti kita usulkan ke kesbang Kabupaten, pokoknya kita usahakan secepatnya ya,” tanggapan Kapolres serius.
Pada kesempatan berikutnya, undangan yang hadir dari Desa Sukorejo berharap ada bantuan Polantas untuk mengatur lalulintas saat acara Jum’at berkah, karena pada acara tersebut terjadi kepadatan lalulintas (macet), apalagi Kantor Pemkab Kediri berada di Desa tersebut.
Usulan tersebut juga langsung ditangkap dengan baik oleh Kapolres, ia berjanji akan menambah personil (polantas) guna mengurai masalah tersebut.
Di tengah asyik dan santai nyruput kopi, Ketua Umum UMKM Kelud Mandiri Gatot Siswanto yang hadir pada acara tersebut celetuk menyampaikan harapannya kepada Kapolres.
“Kami UMKM sudah berusaha memenuhi syarat legalitas usaha seperti arahan Dinas Koperasi/UKM, tetapi jika kemudian ada aturan perundangan baru, tolong kami dikabari (sosialisasi) sehingga tidak terjadi pelanggaran hukum seperti yang pernah terjadi menimpa anggota kami,” harap Gatot yang juga menjabat Kades Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Menanggapi tersebut, Kapolres berjanji akan memberikan kenyamanan dalam melakukan usaha, tentu dengan sejumlah catatan.
“Asal jelas perizinanya, halal, tidak kedaluarsa dan memenuhi syarat maka tidak perlu kawatir,”tegas kapolres. (pri/bsr1)