Gubernur Universitas Republik Indonesia atau URI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto. (YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta – Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai pemimpin lembaga tersebut.

Donny yang disebut sebagai Gubernur URI menjelaskan, Universitas Republik Indonesia adalah lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan.

“Jadi mungkin perlu saya sampaikan ini karena ini lembaga baru, mungkin pada belum dengar. Jadi Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya,” jelas Donny usai pelantikannya di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Akan Bangun 10 Universitas Republik Indonesia

Rencananya, pemerintah akan membangun 10 kampus URI yang yang terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

“Kemudian beliau (Presiden Prabowo Subianto) juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia,” kata Donny.

Di mana lokasi pembangunan Universitas Republik Indonesia?

Donny menjelaskan bahwa pemerintah akan memanfaatkan lahan bekas perkebunan sawit di Bogor, Jawa Barat, untuk membangun salah satu kampus URI.

Perkebunan sawit itu disebut milik PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang sudah tidak produktif lagi.

“Nah ini nanti gedungnya kita akan bangun ada tempat di daerah Bogor Utara itu ada wilayah namanya daerah Cikasungka,” ujar Donny.

Sedangkan untuk kantor sementara Universitas Republik Indonesia, pihaknya akan menggunakan bekas gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

“Kita akan pinjam sementara dua lantai,” ungkap Donny.

Lantas, apa itu Universitas Republik Indonesia?

Universitas Republik Indonesia

Universitas Republik Indonesia adalah lembaga baru di bidang pendidikan ini akan berfokus ke pengembangan sumber daya manusia, terutama untuk mencetak pemimpin bangsa.

Donny mengatakan, Prabowo ingin mengkonsolidasikan serta mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini.

“Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan,” jelas Donny.

Universitas Republik Indonesia juga akan mengurusi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Adapun Badan Pengelola Sekolah Unggulan adalah institusi yang membina Sekolah Unggulan Garuda, program yang sudah ada sebelumnya.

Ia menjelaskan, bentuk pembinaan pendidikan di URI akan berkaitan dengan pembinaaan aparatur sipil negara (ASN) dan juga untuk pegawai BUMN.

“Jadi itu akan terintegrasi dari lulusan SMA yang bagus-bagus, kemudian akan masuk ke perguruan tinggi, dan kemudian masuk kepada pemerintahan ataupun kepada BUMN,” tuturnya.

Universitas Republik Indonesia ini mencontoh Prancis yang memiliki lembaga serupa, yakni L’École nationale d’administration (ENA) atau kini dikenal dengan nama Institut National du Service Public (INSP).

Adapun ENA adalah lembaga yang didirikan untuk mencetak para pemimpin, birokrat, dan presiden negara di Prancis.

“Dan inilah yang digagas oleh beliau seperti halnya negara-negara tetangga kita juga mempunyai lembaga yang seperti yang kita ciptakan ini, yaitu seperti halnya kalau di Prancis kita kenal ENA ataupun sekarang namanya INSP, itu adalah beberapa pejabat tinggi dari Perancis juga lulusan dari sekolah tersebut,” jelasnya.

“Nah, ini diharapkan juga seperti itu juga, kita akan mendidik, melatih baik karakternya ataupun pemikirannya, managerial skill akan kita berikan penanaman kepada mereka sehingga akan bisa menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Donny. (kompas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer