Lukisan yang berada di Goa Liang Metanduno, Desa Liangkobori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, disebut sebagai lukisan yang tertua di dunia, dengan usia mencapai 67.800 tahun. (DEFRIATNO NEKE)

Muna – Lukisan yang berada di Goa Liang Metanduno, Desa Liangkobori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, disebut sebagai lukisan yang tertua di dunia, dengan usia mencapai 67.800 tahun.

Temuan ini merupakan hasil penelitian kolaboratif antara peneliti Indonesia dan Australia yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Nature edisi Januari 2026.

Publikasi tersebut sekaligus menambah deretan pengakuan global terhadap kekayaan warisan prasejarah Nusantara.

“Lukisan tangan di metanduno ini menjadi lukisan tertua di dunia ini berdasarkan hasil penelitian kerja sama antara BRIN Indonesia dengan dari Australia. Mereka mengambil sampel di tahun 2019 di langit-langit goa liang metanduno ini,” kata Petugas Pemelihara Gua Liang Metanduno, La Ode Darma, Minggu (22/2/2026).

Dibawa ke Australia untuk Uji Lab

Di dalam goa, para arkeolog menemukan sejumlah topi tangan berwarna merah yang dibuat dengan teknik semprot pigmen pada dinding batu.

Siluet tangan itu diyakini sebagai ekspresi simbolis manusia purba yang pernah mendiami kawasan tersebut.

Usia lukisan tersebut dipastikan sangat tua dan melampaui banyak temuan seni di belahan dunia lain.

“Sampel itu dibawa ke Australia untuk dilakukan uji lab sehingga usia diketahui lukisan ini sudah 67.800 tahun,” ujarnya.

“Di sini kita melihat ada tiga topi tangan yang sudah tertutup dan ditindih oleh gambar hewan yang menyerupai ayam atau burung yang berkaki dua itu,” ucap La Ode Darma.

Ia menjelaskan, selain cap tangan, tim peneliti juga mendeteksi empat fase berbeda dalam lapisan lukisan di goa tersebut.

Fase pertama berupa cap tangan yang menjadi temuan tertua.

Tahap kedua menampilkan gambar perahu yang mengindikasikan kemampuan maritim masyarakat prasejarah.

Fase ketiga menampilkan pemandangan manusia dan hewan, termasuk aktivitas berburu.

Sementara fase terakhir menghadirkan lukisan berwarna hitam yang menggambarkan interaksi manusia dan hewan, diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun.

Petunjuk Jalur Migrasi Manusia Modern

La Ode Darma menjelaskan, keberadaan cap tangan tersebut bukan sekadar karya seni, melainkan penanda keberadaan manusia purba di wilayah tersebut.

“Cap tangan ini diyakini sebagai simbol kehadiran atau identitas manusia pertama yang menghuni goa ini,” katanya.

Para peneliti menilai, temuan di Goa Liang Metanduno juga memberikan petunjuk penting mengenai jalur migrasi manusia modern dari Asia menuju Australia pada masa lampau.

Dengan usia yang sangat tua, lukisan ini memperkuat dugaan bahwa kawasan Nusantara menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan awal manusia modern di dunia. (kompas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer